Kamis, 11 Agustus 2011



TUGAS SOSIOLOGI                                                                ( MENGATASI KEMISKINAN )

OLEH
I KADEK SURYA ADI PUTRA
X.6
40

SMA N 7 DENPASAR
TAHUN AJARAN 2010/2011



KATA  PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan tugas ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Tugas ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentangmengatasi kemiskinan, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Tugas ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya tugas ini dapat terselesaikan.
Semoga tugas ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun tugas ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.
Penulis








KATA PENGANTAR            …………………………………………………….i
DAFTAR ISI     …………………………………………………………………..ii
  1. LATAR BELAKANG KEMISKINAN  ……………………………………..
  2. PEMBAHASAN  …………………………………………………………….
  3. CONTOH KEMISKINAN  ………………………………………………….
  4. KESIMPULAN DAN SARAN    …………………………………………….
  5. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………..










Latar belakang KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup :
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Peta dunia memperlihatkan persentase manusia yang hidup di bawah batas kemiskinan nasional. Perhatikan bahwa garis batas ini sangat berbeda-beda menurut masing-masing negara, sehingga kita sulit membuat perbandingan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6e/Life_expectancy_world_map.PNG/250px-Life_expectancy_world_map.PNG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png
Mengukur Kemiskinan
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c5/India.Mumbai.01.jpg/250px-India.Mumbai.01.jpg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png
Gambaran kemiskinan di Mumbai, India oleh Antônio Milena/ABr.
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).
Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $2/hari."[1] Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001.[1] Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut.
Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.
Diskusi Tentang Kemiskinan
Kemiskinan dipelajari oleh banyak ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, dan budaya.
  • Dalam politik, perlawanan terhadap kemiskinan biasanya dianggap sebagai tujuan sosial dan banyak pemerintahan telah berupaya mendirikan institusi atau departemen. Pekerjaan yang dilakukan oleh badan-badan ini kebanyakan terbatas hanya dalam sensus dan pengidentifikasian tingkat pendapatan di bawah di mana warga negara dianggap miskin. Penanggulangan aktif termasuk rencana perumahan, pensiun sosial, kesempatan kerja khusus, dll. Beberapa ideologi seperti Marxisme menyatakan bahwa para ekonomis dan politisi bekerja aktif untuk menciptakan kemiskinan. Teori lainnya menganggap kemiskinan sebagai tanda sistem ekonomi yang gagal dan salah satu penyebab utama kejahatan.
  • Dalam hukum, telah ada gerakan yang mencari pendirian "hak manusia" universal yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan.
  • Dalam pendidikan, kemiskinan mempengaruhi kemampuan murid untuk belajar secara efektif dalam sebuah lingkungan belajar. Terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin, kebutuhan dasar mereka seperti yang dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam hirarki kebutuhan Maslow; kebutuhan akan keamanan dan rumah yang stabil, pakaian, dan jadwal makan yang teratur membayangi kemampuan murid-murid ini untuk belajar. Lebih jauh lagi, dalam lingkungan pendidikan ada istilah untuk menggambarkan fenomen "yang kaya akan tambah kaya dan yang miskin bertambah miskin" (karena berhubungan dengan pendidikan, tetapi beralih ke kemiskinan pada umumnya) yaitu efek Matthew.
Perdebatan yang berhubungan dalam keadaan capital manusia dan capital individual seseorang cenderung untuk memfokuskan kepada akses capital instructional dan capital social yang tersedia hanya bagi mereka yang terdidik dalam sistem formal.
Kemiskinan Dunia
Deklarasi Copenhagen menjelaskan kemiskinan absolut sebagai "sebuah kondisi yang dicirikan dengan kekurangan parah kebutuhan dasar manusia, termasuk makanan, air minum yang aman, fasilitas sanitasi, kesehatan, rumah, pendidikan, dan informasi."
Bank Dunia menggambarkan "sangat miskin" sebagai orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari AS$1 per hari, dan "miskin" dengan pendapatan kurang dari AS$ 2 per hari. Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan "sangat miskin", dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut "miskin", pada 2001. [2]
Proyek Borgen menunjuk pemimpin Amerika memberikan AS$230 milyar per tahun kepada kontraktor militer, dan hanya AS$19 milyar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Perkembangan Milenium PBB untuk mengakhiri kemiskinan parah sebelum 2025.
Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan :
  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Bali Post, 18 Maret 2010
MENGUBUR KEMISKINAN DI BALI, PENGANGGURAN JADI MASALAH
Mengubur Kemiskinan di Bali (9) Pengangguran Juga Jadi MasalahBUKAN perkaramudah mengubur kemiskinan di Bali. Meskipun Pemprov Bali telah menempatkanpengentasan kemiskinan sebagai prioritas pertama pembangunan Bali, namun barisan penduduk miskin masih cukup panjang. Berdasarkan data per Maret 2010, Provinsi Bali ''mengoleksi'' 174.930 jiwa penduduk miskin. Jika dikomparasikan dengan populasi penduduk Bali yang mencapai 3,5 juta jiwa, maka persentase penduduk miskin itu berada di level 4,88 persen.
Selain masalah penduduk miskin, Bali juga dibelit masalah pengangguran. Berdasarkan data terakhir, jumlah pengangguran 75.635 orang. Rinciannya, 11.718 orang penggangguran (15,49 persen) berkualifikasi lulusan universitas, 7.079 orang (9,36 persen) berkualifikasi akademi/diploma, 17.032 orang (22,52 persen) berkualifikasi SMK, 21.482 orang (28,40 persen) berkualifikasi SMA, 9.080 orang (12,00 persen) berkualifikasi SMP dan 9.244 orang (12,22 persen) berkualifikasi SD ke bawah. Lantas, apa langkah-langkah strategis yang ditempuh Pemprov Bali guna memangkas jumlah penduduk miskin dan pengangguran di Bali?
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Bali Ir. I Nengah Suarca, M.Si. mengatakan jumlah penduduk miskin di Bali berfluktuasi dari tahun ke tahun. Hal itu erat kaitannya dengan kondisi perekonomian Bali yang sebagian besar tergantung dari sektor pariwisata. Dengan kata lain, keterpurukan sektor pariwisata yang terjadi pascatragedi bom Bali I dan II, memberi tamparan sangat telak bagi perekonomian Bali secara menyeluruh. Bukan hanya pekerja di sektor pariwisata, juga mendatangkan dampak negatif bagi pekerja di sektor lainnya seperti industri kecil-menengah, perdagangan bahkan pertanian. Namun dengan kerja keras pemerintah bersama dunia usaha, maka ekonomi Bali berangsur-angsur mulai normal. Sejalan dengan itu, jumlah warga miskin juga berangsur-angsur berkurang.Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat BPMPD Provinsi Bali Ir. Putu Astawa, MMA. menambahkan, penurunan jumlah penduduk miskin di Provinsi Bali sebesar 6.790 jiwa mampu memenuhi target yang dibebankan oleh pemerintah pusat yakni 6.360 jiwa. ''Berdasarkan persentase jumlah penduduk miskin dari masing-masing provinsi, Bali mampu menempati posisi kedua nasional dalam keberhasilan menekan jumlah penduduk miskin setelah DKI Jakarta dengan persentase penduduk miskin sebesar 3,48 persen,'' katanya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Bali Drs. I Made Artadana, M.Si. mengatakan jumlah angkatan kerja di Bali per Februari 2010 mencapai 2.166.972 orang. Bertambah 56.114 orang dibandingkan angkatan kerja Februari 2009 atau meningkat sebesar 2,72 persen. Dari 2.166.972 orang angkatan kerja itu, 2.041.337 orang di antaranya sudah bekerja dan 125.635 orang (5,79 persen) lagi berstatus sebagai pengangguran. Menurut Artadana, suatu hal yang sangat mustahil meniadakan pengangguran tersebut. Pasalnya, lonjakan pencari kerja selalu jauh lebih tinggi dibandingkan formasi lowongan kerja yang tersedia. Setiap tahunnya, ada ribuan calon tenaga kerja yang menamatkan pendidikannya di seluruh jenjang pendidikan. Sebagian dari mereka dipastikan tersingkir dari persaingan memperebutkan lapangan kerja yang tersedia.
Ia menyatakan tetap berupaya menekan persentase pengangguran itu serendah mungkin melalui tiga jalur strategis. Pertama, melalui jalur pelatihan di mana calon tenaga kerja diberikan keterampilan khusus sesuai minat, bakat dan kemampuan sehingga mereka memiliki jiwa kewirausahaan dan diharapkan mampu membuka lapangan kerja minimal untuk dirinya sendiri. Strategi kedua lewat jalur pengiriman tenaga kerja terdidik ke luar negeri. Sedangkan strategi ketiga, Disnakertransduk setiap tahun menggelar Job Fair (bursa kerja - red) guna mempertemukan para pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja/perusahaan. (ian)









KESIMPULAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).
SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas bahwa :
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.


Daftar Pustaka

polivinil clorida


TUGAS KIMIA
POLIVINIL KLORIDA
( PVC )
OLEH
I KADEK SURYA ADI PUTRA
X.6
40
SEMESTER II
TAHUN AJARAN 2010/2011
SMA N 7 DENPASAR
KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, karena atas berkat-Nya lah penulis dapat menyelesaikan paper yang berjudul “Polivinil Klorida ( PVC )”.
Dalam penyusunan paper ini tentunya tidak terlepas dari datuan seta bimbingan dariberbagai pihak, sehingga dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah berjasa membantu             yaitu :
Bu Manik Suriti.Spd selaku guru pengajar mata pelajaran kimia kelas            X SMA N 7 DENPASAR.
Penulis sadar paper ini jauh dari kesempurnaan. Kritik dan saran-saran sangat dibutuhkan dalam penyempurnaan paper ini. Dan semoga dapat memberikan manfaat kepada pembaca.

Denpasar, 26 Maret 2011

Penulis 

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR  ....................................................................................................... i
DAFTAR ISI  ..................................................................................................................... ii

Bab  I : PENDAHULUAN
  1. LATAR BELAKANG  .................................................................................................
  2. TOKOH PENTING/SEJARAH POLIVINIL KLORIDA  .........................................
  3. RUMUSAN MASALAH  ............................................................................................
  4. TUJUAN  .................................................................................................................
Bab II
A.    Kajian Pustaka  ..............................................................................................................
Bab III
A.    Kesimpulan  ...................................................................................................................
B.     Saran  .............................................................................................................................
C.     Daftar Pustaka  ..............................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Polivinil klorida, ( IUPAC Poli (chloroethanediyl) ) biasa disingkat PVC, adalah termoplastik polimer . Ini adalah polimer vinyl dibangun dari mengulangi kelompok vinyl (ethenyls) salah satu dari mereka yang memiliki hidrogen diganti dengan kelompok klorida. Polivinil klorida yang dihasilkan ketiga adalah yang paling banyak plastik , setelah polietilen dan polipropilen. PVC banyak digunakan dalam konstruksi karena murah, tahan lama, dan mudah untuk berkumpul. PVC produksi diperkirakan akan melebihi 40 juta ton pada 2016. Hal ini juga biasa digunakan dalam patung-patung dan dalam produk tiup seperti waterbeds , kolam renang mainan, dan struktur tiup.
PVC_pellets_(Ineos)WEB
PVC adalah termoplastik terbuat dari klorin 57% (berasal dari garam grade industri) dan karbon 43% (terutama berasal dari minyak / gas melalui ethylene). Hal ini kurang bergantung dari polimer lainnya pada minyak mentah atau gas alam yang tak terbarukan, dan karenanya dapat dianggap sebagai sumber daya alam tabungan plastik, berbeda dengan plastik seperti PE, PP, PET dan PS, yang sepenuhnya tergantung pada minyak atau gas.

v Tahap persiapan :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e3/PVC-3D-vdW.png/220px-PVC-3D-vdW.png
Mengisi ruang-model dari bagian dari rantai PVC
Polivinil klorida dihasilkan oleh polimerisasi dari vinil klorida monomer (VCM), seperti yang ditunjukkan. Sejak sekitar 57% dari massa adalah klorin, menciptakan suatu massa dari PVC memerlukan kurang petroleum dari polimer lainnya. Namun , karena PVC juga memiliki kerapatan yang jauh lebih tinggi dari polimer hidrokarbon, dan produksi klorin memiliki persyaratan sendiri energi, ini akhirnya menjadi relevansi praktis kecil dalam produksi sebagian besar benda padat.
The polimerisasi vinil klorida
Sejauh ini proses produksi yang paling banyak digunakan adalah polimerisasi suspensi. Dalam proses ini, VCM dan air dimasukkan ke dalam reaktor polimerisasi dan polimerisasi inisiator, bersama dengan aditif kimia lainnya, ditambahkan untuk memulai reaksi polimerisasi. Isi kapal reaksi terus diramu untuk menjaga suspensi dan memastikan ukuran partikel seragam resin PVC.


Untuk PVC biasanya dikategorikan berdasarkan PVC kaku dan fleksibel :
Properti
Kaku PVC
Fleksibel PVC
Kepadatan [g / cm 3] [6]
1.3–1.45 1.3-1.45
1.1–1.35 1.1-1.35
Konduktivitas termal [W / (m · K )] [7]
0.14–0.28 0.14-0.28
  0.14–0.17 0.14-0.17
31–60 31-60
  10–25 10-25
490,000 [ 8 ] 490.000 [8]

Lentur kekuatan (yield) [psi]
10,500 [ 8 ] 10.500 [8]

9500 [ 8 ] 9500 [8]

Koefisien ekspansi termal (linear) [mm / (mm ° C)]
5×10 −5 [ 8 ] 5 × 10 -5 [8]

Vicat B [° C] [7]
65–100 65-100
Not recommended Tidak dianjurkan
Tahanan [Ω m] [9] [10]
10 16 10 16
10 12 –10 15 10 12 -10 15
10 13 –10 14 10 13 -10 14
10 11 –10 12 10 11 -10 12
Kepadatan [g / cm 3] [6]
1.3–1.45 1.3-1.45
 1.1–1.35 1.1-1.35
Konduktivitas termal [W / (m · K )] [7]
0.14–0.28 0.14-0.28
  0.14–0.17 0.14-0.17
31–60 31-60
  10–25 10-25
490,000 [ 8 ] 490.000 [8]

Lentur kekuatan (yield) [psi]
10,500 [ 8 ] 10.500 [8]

9500 [ 8 ] 9500 [8]

5×10 −5 [ 8 ] 5 × 10 -5 [8]

B.   Tokoh Penting Polivinil Klorida
Manusia telah bekerja keras dari awal kali mengembangkan bahan sintetis yang akan menawarkan keuntungan yang tidak ditemukan dalam produk-produk alami di sekelilingnya.
PVC adalah salah satu bahan sintetis tertua dengan sejarah terpanjang di produksi industri. Sejarah awal adalah beberapa penemuan dan kebetulan di tempat-tempat yang berbeda pada waktu yang berbeda serta quests gagal untuk aplikasi komersial.
Henry Victor Regnault
Henry Victor Regnault penemu PVC
 Awal peneliti sengaja menemukan PVC paling tidak pada dua kesempatan di abad ke-19. Yang pertama, tahun 1838, yang oleh fisikawan dan kimiawan Perancis Henri Victor Regnault dan yang kedua pada tahun 1872 oleh Eugen Baumann Jerman. Pada kedua kesempatan, polimer muncul sebagai termos putih di dalam padat gas vinil klorida yang baru ditemukan yang telah ditinggalkan terkena sinar matahari. Bahan-bahan tadi sulit untuk bekerja dengan dan tidak ada yang menguasai tantangan aplikasi komersial.
Pada tahun 1913, Jerman penemu Friedrich Heinrich Agustus Klatte mengeluarkan paten pada PVC. Metodenya digunakan polimerisasi vinil klorida dengan sinar matahari.

Terobosan yang paling signifikan terjadi di Amerika Serikat ketika perusahaan BFGoodrich menyewa ilmuwan industri Waldo Semon untuk mengembangkan pengganti sintetis untuk karet alam yang semakin mahal. Percobaan-Nya lagi diproduksi polyvinyl chloride. Namun, material itu terancam oleh resesi pada tahun 1920 dan berada di bawah ancaman ditinggalkan yang dikandung Semon gagasan PVC sebagai pelapis tahan air untuk kain. Penjualan meningkat cepat dengan jajaran produk yang berkembang pesat. Permintaan dipercepat lagi selama Perang Dunia Kedua, ketika PVC cepat digantikan bahan tradisional untuk mengisolasi kabel pada kapal militer. Selama tahun 1950 banyak perusahaan lebih mulai memproduksi PVC dan volume meningkat secara dramatis di seluruh dunia. Pengembang cepat menemukan lebih lanjut, menggunakan inovatif melalui dekade dan metode disempurnakan untuk meningkatkan daya tahan, membuka pintu ke aplikasi dalam perdagangan bangunan. Pada pertengahan abad ke-20, lima perusahaan yang memproduksi PVC, dan tanah-melanggar menggunakan untuk PVC, atau 'vinyl' seperti yang juga dikenal, terus ditemukan selama tahun 1960-an. Sebuah lateks vinyl berbasis digunakan pada struktur tiup dan pelapis kain, dan pada saat yang sama, metode untuk meningkatkan ketahanan PVC yang dikembangkan, memungkinkan aplikasi dalam industri bangunan.
Produk PVC cepat menjadi penting untuk industri konstruksi; perlawanan plastik terhadap cahaya, bahan kimia dan korosi membuatnya menjadi pilihan terbaik untuk aplikasi bangunan. Perbaikan dilakukan untuk ketahanan bahan 'untuk suhu ekstrim, diperbolehkan untuk PVC untuk transportasi air untuk ribuan rumah dan industri. Pada 1980-an, dua puluh perusahaan yang memproduksi PVC. Hari ini, PVC adalah yang terbesar-menjual ketiga komoditas plastik di dunia setelah polyethylene dan polypropylene. PVC biaya rendah, daya tahan yang sangat baik dan processability, membuat bahan pilihan bagi puluhan industri seperti perawatan kesehatan, IT, transportasi, tekstil dan konstruksi.


C.   Rumusan Masalah
a.     Aplikasi Polivinil Klorida
b.     Pakaian
c.      Kabel listrik
d.     Aksesoris Elektronik Portable
e.      Tanda – Tanda Polivinil Klorida
f.       Saat Polivinil Klorida Bergabung
g.     Ubin Ceiling
h.     Polyvinyl Cloride Unplasticized (uPVC)
i.       Kesehatan dan Keselamatan
j.       Monomer Polivinil Klorida
k.     Dioksin
l.       Ban
m.  Proses Daur Ulang
n.     Sebuah Produk Petrokimia


D.   Tujuan
v Mengetahui semua tentang Polivinil Klorida ( PVC ).
v Memahami dan mempelajarinya dengan seksama / secara teliti.


BAB II

A.     Kajian Pustaka

v Aplikasi Polivinil Klorida :
Sifat intrinsik PVC's membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi yang luas. Ini secara biologis dan kimiawi tahan, sehingga plastik pilihan bagi rumah tangga yang paling pipa selokan dan aplikasi pipa lain di mana korosi akan membatasi penggunaan logam. Dengan penambahan pengubah dampak dan stabilisator, itu menjadi bahan yang populer untuk jendela dan pintu frame. Dengan menambahkan plasticizers, dapat menjadi cukup fleksibel untuk digunakan dalam pemasangan kabel aplikasi sebagai kawat isolator. Hal ini juga digunakan untuk membuat rekaman vinyl.
v Pakaian :
PVC telah menjadi banyak digunakan dalam pakaian, baik untuk membuat kulit seperti bahan-atau pada waktu hanya untuk efek PVC. Pakaian PVC adalah umum di Goth , Punk dan mode alternatif. PVC lebih murah dari karet , kulit, dan lateks dan sehingga lebih banyak tersedia dan dipakai. Kain PVC memiliki kemilau untuk itu dan tahan air. Hal ini biasanya digunakan dalam mantel, ski perlengkapan, sepatu, jaket , celemek , dan tas karena hal ini.
v Kabel Listrik :
PVC biasanya digunakan sebagai isolasi pada kabel listrik , plastik yang digunakan untuk tujuan ini perlu plasticized. Dalam api , kabel berlapis PVC dapat membentuk HCl asap, klorin berfungsi untuk mengais-ngais radikal bebas dan merupakan sumber bahan itu retardance api. Sementara asap HCl juga dapat menimbulkan bahaya kesehatan di kanan mereka sendiri, HCl larut dalam air dan hancur ke permukaan, terutama di daerah di mana udara cukup dingin untuk bernapas, dan tidak tersedia untuk inhalasi.  Sering kali dalam aplikasi mana merokok adalah bahaya besar terutama di terowongan dan daerah komunal) bebas kabel insulasi-PVC lebih disukai, seperti asap rendah nol halogen ( LSZH ) isolasi.
v Aksesoris Elektronik Portable :
PVC adalah menemukan peningkatan penggunaan sebagai komposit untuk produksi aksesori atau rumah untuk elektronik portabel. Melalui proses sekering, dapat mengadopsi pembersihan sifat yang dimiliki oleh bahan seperti wol atau katun yang dapat menyerap debu partikel dan bakteri .
v Tanda-Tanda PVC :
Polivinil klorida dibentuk dalam lembaran datar dalam berbagai ketebalan dan warna. Sebagai lembaran datar, PVC seringkali diperluas untuk membuat void di bagian dalam bahan, memberikan ketebalan tambahan tanpa berat tambahan dan biaya tambahan minimal ( lihat Tertutup-sel foamboard PVC ). Lembar dipotong menggunakan melihat dan alat potong berputar. Plasticized PVC juga digunakan untuk memproduksi tipis, berwarna, atau jelas, perekat didukung film-disebut hanya sebagai vinyl. Film ini biasanya dipotong pada komputer yang dikendalikan plotter atau dicetak dalam printer format lebar. Lembaran-lembaran ini dan film yang digunakan untuk menghasilkan berbagai macam signage komersial produk dan tanda-tanda pada kendaraan, misalnya garis-garis body mobil .
v Saat PVC Bergabung :
PVC Semen tersedia di rumah suplai pipa. Semen melembutkan material ke keadaan gel sampai penyembuhan lapisan perekat. Ini memiliki aplikasi praktis lain untuk bisa tangan-mesin dengan silet pipa PVC untuk mengubah ketebalan dinding untuk memungkinkan perakitan tidak standar segmen busur radius siku saluran listrik yang besar jari-jari. Pipa PVC Dimakamkan di kedua saluran pembuangan air dan sanitasi aplikasi yang 4-inci dan diameter yang lebih besar biasanya bergabung dengan cara bersama gasket-disegel. Dalam sistem jointing gasket-disegel, sebuah paking elastomer adalah duduk di alur dalam lonceng ( akhir betina pipa ). Ketika keran (akhir laki-laki) dari pipa sebelah dimasukkan ke bel, paking bentuk segel positif yang mencegah kebocoran cairan di dalam pipa dan juga menyimpan air dan kontaminan lainnya dari tanah sekitarnya masuk ke sistem perpipaan. Jenis yang umum digunakan sebagian besar paking di Amerika Utara adalah logam diperkuat elastomer, sering disebut sebagai sistem penyegelan Reiber.
v Ubin Ceiling :
Ubin merupakan plafon alternatif yang mudah untuk menginstal di permukaan yang datar. Mereka dapat menempel ke langit-langit yang ada dengan permukaan cukup rata.
v Polyvinyl Chloride Unplasticized (uPVC ) :

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/75/Builder%27s_tudorbethan.jpg/220px-Builder%27s_tudorbethan.jpg

"Rumah dengan selokan uPVC dan downpipes, fasia , imitasi dekoratif " setengah-kayu ", jendela, dan pintu.
uPVC atau PVC Rigid sering digunakan dalam industri bangunan sebagai bahan perawatan yang rendah, khususnya di Irlandia , Inggris, dan di Amerika Serikat di mana ia dikenal sebagai vinil, atau vinil berpihak . Material datang dalam berbagai warna dan finishing, termasuk efek kayu selesai-foto, dan digunakan sebagai pengganti kayu yang dicat, kebanyakan untuk bingkai jendela dan kusen ketika menginstal ganda kaca di gedung-gedung baru, atau untuk menggantikan jendela kaca yang lebih tua tunggal. Ini memiliki banyak kegunaan lain termasuk fasia , dan papan atau weatherboarding. Bahan yang sama telah hampir seluruhnya diganti penggunaan besi cor untuk pipa dan drainase , yang digunakan untuk pipa limbah, drainpipes, selokan dan downpipes.
Karena masalah lingkungan penggunaan PVC tidak disarankan oleh beberapa pemerintah lokal di negara-negara seperti Jerman dan Belanda . Hal ini menyangkut baik PVC uPVC fleksibel dan kaku tidak hanya plasticizers di PVC dilihat sebagai masalah, tetapi juga emisi dari industri dan pembuangan dan, berbahaya asap karsinogenik yang dihasilkan oleh pembakaran PVC dalam kasus kebakaran.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/55/Double_glazed_Units.JPG/220px-Double_glazed_Units.JPG
Double mengkilap Unit
v Kesehatan dan Keselamatan :

A.   Peliat
Banyak produk vinyl mengandung bahan kimia tambahan untuk mengubah konsistensi kimia produk. Beberapa bahan kimia tambahan yang disebut aditif dapat lindi keluar dari produk vinil. plasticizers yang harus ditambahkan untuk membuat PVC fleksibel telah aditif perhatian khusus.
Karena lembut PVC mainan telah dibuat untuk bayi selama bertahun-tahun, ada kekhawatiran bahwa aditif lindi keluar dari mainan lembut ke dalam mulut anak-anak mengunyah pada mereka. Phthalates meniru hormon manusia dan juga mempengaruhi berbagai bentuk kehidupan termasuk ikan dan invertebrata negatif. Selain itu, dewasa sex toys telah dibuktikan mengandung konsentrasi tinggi dari aditif. Pada bulan Januari 2006, Uni Eropa larangan ditempatkan pada enam jenis pelembut phthalate, termasuk DEHP ( phthalate diethylhexyl ), digunakan dalam mainan. Di sebagian besar perusahaan AS telah secara sukarela berhenti manufaktur mainan PVC dengan DEHP dan pada tahun 2003 AS Komisi Keamanan Produk Konsumen ( CPSC ) ditolak permohonan larangan mainan PVC dibuat dengan plasticizer alternatif, DINP ( phthalate diisononyl ). Pada bulan April 2006, Eropa Chemicals Biro dari Komisi Eropa menerbitkan sebuah penilaian DINP yang menemukan risiko "tidak mungkin" untuk anak-anak dan bayi baru lahir.
Vinyl intravena (IV) tas yang digunakan dalam neo-natal intensive care unit juga telah ditunjukkan untuk leach DEHP. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan draft pedoman pada bulan September 2002, FDA AS mengakui bahwa peralatan medis PVC yang mengandung DEHP tidak digunakan dalam cara-cara yang menghasilkan eksposur manusia yang signifikan terhadap bahan kimia. The FDA, bagaimanapun, menunjukkan bahwa produsen mempertimbangkan menghilangkan DEHP dalam perangkat tertentu yang dapat menghasilkan eksposur agregat tinggi untuk populasi pasien yang sensitif seperti bayi.
Produk vinil lainnya termasuk interior mobil, tirai mandi, dan lantai awalnya melepaskan gas kimia ke udara.  Beberapa studi menunjukkan bahwa ini outgassing aditif dapat menyebabkan komplikasi kesehatan, dan telah menghasilkan panggilan untuk melarang penggunaan DEHP pada tirai shower, antara penggunaan lainnya. Perusahaan-perusahaan mobil Jepang Toyota , Nissan , dan Honda telah dieliminasi PVC dalam interior mobil mereka mulai tahun 2007.
Pada tahun 2004 sebuah-Denmark Swedia bersama tim peneliti menemukan hubungan statistik antara alergi pada anak dan kadar udara dalam ruangan DEHP dan BBzP ( phthalate benzil butil ), yang digunakan dalam lantai vinil. Pada bulan Desember 2006, Eropa Kimia Biro Komisi Eropa merilis penilaian risiko akhir rancangan BBzP yang menemukan "tidak perhatian" untuk eksposur konsumen termasuk kemungkinan anak-anak.
Pada bulan November 2005, salah satu jaringan rumah sakit terbesar di AS, Kesehatan Katolik Barat , menandatangani kontrak dengan B. Braun gratis intravena tas-vinil dan tubing. Menurut Pusat Kesehatan, Lingkungan, Keadilan di Falls Church, & VA yang membantu untuk mengkoordinir sebuah "pencegahan" PVC Kampanye, beberapa perusahaan besar seperti Microsoft , Wal-Mart , dan Kaiser Permanente mengumumkan upaya untuk menghilangkan PVC dari produk dan kemasan pada tahun 2005. Target mengurangi penjualannya barang dengan PVC.
FDA Paper berjudul "Keselamatan Penilaian Di ( 2-ethylhexyl ) phthalate ( DEHP ) Dirilis dari PVC Alat Kesehatan" menyatakan bahwa pasien [ 3.2.1.3 ] Kritis sakit atau terluka mungkin pada peningkatan risiko dampak kesehatan yang buruk dari DEHP, bukan dengan berdasarkan paparan meningkat, relatif terhadap populasi umum, tetapi juga karena dan farmakodinamik perubahan fisiologis yang terjadi pada pasien, dibandingkan dengan orang yang sehat.
Pada tahun 2008 Uni Eropa Komite Ilmiah Emerging dan baru Diidentifikasi Risiko Kesehatan (SCENIHR) ditinjau keselamatan DEHP dalam perangkat medis. Laporan SCENIHR menyatakan bahwa medis tertentu prosedur yang digunakan dalam hasil pasien risiko tinggi dalam eksposur signifikan terhadap DEHP dan menyimpulkan masih ada alasan untuk memiliki beberapa kekhawatiran tentang paparan bayi laki-laki lahir prematur ke perangkat medis yang mengandung DEHP. Komite mengatakan ada beberapa alternatif yang tersedia peliat yang ada data toksikologi cukup untuk menunjukkan bahaya yang lebih rendah dibandingkan dengan DEHP tetapi menambahkan bahwa fungsionalitas dari plastisiser harus dinilai sebelum mereka dapat digunakan sebagai alternatif untuk DEHP dalam perangkat PVC medis.
v Monomer Vinil Klorida :
Pada awal 1970-an, Dr John Creech dan Dr Maurice Johnson adalah yang pertama jelas link dan mengakui carcinogenicity dari monomer vinil klorida untuk manusia ketika para pekerja di bagian polyvinyl chloride polimerisasi pabrik BF Goodrich dekat Louisville, Kentucky, didiagnosis dengan hati angiosarcoma juga dikenal sebagai hemangiosarcoma , sebuah penyakit langka. Sejak saat itu, penelitian pekerja PVC di Australia, Italia, Jerman, dan Inggris memiliki semua yang terkait jenis kanker tertentu kerja dengan paparan vinil klorida. Hubungan antara angiosarcoma dari hati dan paparan jangka panjang untuk vinil klorida adalah satu-satunya yang telah dikonfirmasi oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker. Semua kasus angiosarcoma berkembang dari paparan monomer vinil klorida yang pada pekerja yang terpapar VCM tingkat yang sangat tinggi, secara rutin, selama bertahun-tahun. Para pekerja ini dibersihkan penambahan-penambahan dalam reaktor, sebuah praktek yang sekarang telah digantikan oleh jet air bertekanan tinggi otomatis.

A 1997 US Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan disimpulkan bahwa perkembangan dan penerimaan oleh industri PVC dari proses polimerisasi loop ditutup pada akhir 1970-an "hampir sepenuhnya dihapuskan eksposur pekerja" dan bahwa "kasus baru angiosarcoma hati pada vinil klorida pekerja polimerisasi telah hampir dihapuskan ".
Menurut EPA, “emisi vinyl chloride dari polyvinyl chloride (PVC), ethylene dichloride (EDC), dan vinil klorida monomer (VCM) menyebabkan tanaman atau berkontribusi pada udara yang dapat diantisipasi untuk menghasilkan peningkatan kematian atau peningkatan, atau incapacitating reversibel penyakit ireversibel serius Vinyl”. Klorida adalah manusia diketahui karsinogen yang menyebabkan jarang suatu kanker hati "EPA 2001 diperbarui toksikologi Profil dan Ringkasan Kesehatan Penilaian VCM dalam Surat Integrated Risk Informasi System (IRIS) database menurunkan risiko sebelumnya EPA memperkirakan faktor dengan faktor dari 20 dan menyimpulkan bahwa" karena bukti yang konsisten untuk kanker hati di seluruh penelitian dan asosiasi yang lebih lemah untuk situs lain, dapat disimpulkan bahwa hati adalah situs yang paling sensitif , dan perlindungan terhadap kanker hati akan melindungi terhadap kemungkinan induksi kanker pada jaringan lain.
Sebuah halaman depan seri 1998 di Houston Chronicle mengklaim industri vinil klorida telah memanipulasi studi vinyl untuk menghindari kewajiban untuk eksposur pekerja dan untuk menyembunyikan berat kimia tumpah dan luas dalam komunitas lokal. Pengujian ulang warga masyarakat pada tahun 2001 oleh AS Badan untuk Zat Beracun dan Penyakit Registry (ATSDR) menemukan tingkat dioxin yang sama dengan yang ada di sebuah komunitas perbandingan di Louisiana dan penduduk AS. Kanker tarif di masyarakat sama dengan Louisiana dan rata-rata US.
v Dioksin :
Kelompok lingkungan Greenpeace telah menganjurkan. Global fase-keluar dari PVC karena mereka klaim dioxin dihasilkan sebagai produk sampingan vinil klorida pembuatan dan dari pembakaran limbah rumah tangga di sampah PVC.PVC menghasilkan HCl pada pembakaran hampir kuantitatif terkait dengan kandungan klorin nya. Studi yang ekstensif di Eropa menunjukkan bahwa klorin ditemukan di dioxin yang dipancarkan tidak berasal dari HCl dalam gas buang. Sebaliknya, dioxin yang paling muncul dalam fase padat kental dengan reaksi klorida anorganik dengan struktur graphitic dalam char yang mengandung partikel abu. Tembaga bertindak sebagai katalis untuk reaksi ini.
"Menurut laporan 1994 oleh perusahaan Inggris, ICI Chemicals dan Polimer Ltd" Ini sudah dikenal sejak publikasi kertas yang pada tahun 1989 bahwa reaksi oxychlorination [digunakan untuk membuat vinil klorida dan beberapa pelarut terklorinasi] menghasilkan dibenzodioxins polychlorinated (PCDDs ) dan Dibenzofurans (PCDFs). Reaksi mencakup semua bahan dan kondisi yang diperlukan untuk membentuk PCDD / PCDFs. Sulit untuk melihat bagaimana kondisi ini dapat dimodifikasi sehingga dapat mencegah PCDD / pembentukan PCDF tanpa serius mengganggu reaksi yang dirancang proses. Dengan kata lain, dioxin merupakan produk sampingan yang tidak diinginkan memproduksi vinil klorida dan menghilangkan produksi dioxin sambil mempertahankan reaksi oxychlorination mungkin sulit. Dioksin diciptakan oleh produksi vinil klorida yang dirilis oleh situs-insinerator pada, suar, boiler, perawatan sistem air limbah dan bahkan dalam jumlah jejak dalam resin vinyl. The US EPA perkiraan melepaskan dioxin dari industri PVC adalah 13 gram TEQ pada tahun 1995 , atau kurang dari 0,5% dari total emisi dioxin di AS, pada tahun 2002, emisi dioxin industri PVC telah berkurang sebesar 23%.
Studi pembakaran limbah rumah tangga menunjukkan peningkatan konsisten dalam generasi dioxin dengan konsentrasi PVC meningkat. [47] Menurut persediaan dioxin EPA, kebakaran TPA cenderung merupakan suatu yang lebih besar bahkan sumber dioxin ke lingkungan. Sebuah survei studi internasional secara konsisten mengidentifikasi konsentrasi dioxin yang tinggi di daerah yang terkena limbah pembakaran terbuka dan sebuah studi yang tampak pada pola homolog menemukan sampel dengan konsentrasi dioxin tertinggi "khas untuk pirolisis PVC". Studi lain menunjukkan bahwa Uni Eropa PVC mungkin "account untuk mayoritas klorin yang tersedia untuk pembentukan dioksin selama kebakaran TPA".Sumber-sumber terbesar berikutnya dioxin dalam persediaan EPA adalah insinerator sampah kota dan medis. [48] Berbagai penelitian telah dilakukan yang mencapai hasil yang bertentangan. Misalnya sebuah studi skala insinerator komersial tidak menunjukkan hubungan antara isi PVC dan emisi dioxin limbah. Penelitian lain menunjukkan korelasi yang jelas antara pembentukan dioksin dan konten klorida dan menunjukkan bahwa PVC adalah kontributor yang signifikan untuk pembentukan baik dioxin dan PCB dalam insinerator.
Pada bulan Februari 2007, Teknik dan Komite Penasihat Ilmiah dari US Green Building Council    ( USGBC ) merilis laporan pada kredit penghindaran bahan PVC terkait untuk sistem LEED Green Building Rating. Laporan ini menyimpulkan bahwa "tidak ada bahan tunggal muncul sebagai yang terbaik di seluruh kategori kesehatan manusia dan dampak lingkungan, atau sebagai yang terburuk" tetapi bahwa "risiko emisi dioxin menempatkan PVC konsisten antara bahan terburuk bagi dampak kesehatan manusia."
v Ban :
Negara bagian California saat ini sedang mempertimbangkan sebuah RUU yang akan melarang penggunaan PVC dalam kemasan konsumen karena ancaman itu pose dan lingkungan kesehatan manusia dan dampaknya terhadap aliran daur ulang. [53] Secara khusus, bahasa analisis tagihan [ 54] menetapkan bahwa EPA telah mencatatkan vinil klorida, "unsur konstituen" PVC, sebagai karsinogen rujukan. Hal ini juga lebih lanjut mengutip bahwa ada kekhawatiran mengenai pencucian phthalates dan memimpin dari kemasan PVC.
v Daur Ulang :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/4/45/Resin-identification-code-3-V.svg/100px-Resin-identification-code-3-V.svg.png


PVC SPI kode , untuk daur ulang ( Masyarakat Industri Plastik ). Karakter untuk simbol ini adalah U+2675 (HTML karakter referensi &#9845 ). Daur ulang pasca-konsumen PVC secara teknis layak. Biaya daur ulang limbah bersih dan aliran homogen umumnya dapat diterima. PVC Rigid dapat diolah kembali menjadi pipa dan profil. Beberapa produsen PVC telah menempatkan  program vinil daur ulang ke dalam tindakan, daur ulang sampah baik manufaktur kembali ke dalam produk mereka, serta sebagai konsumen pasca PVC bahan bangunan untuk mengurangi beban pada tempat pembuangan sampah. PVC tradisional belum didaur ulang karena biaya resin perawan telah lebih rendah dari daur ulang resin.
v Sebuah produk petrokimia

A petrochemical product
Walaupun PVC dapat dihasilkan dari berbagai hidrokarbon termasuk batubara, dan derivatif dari tanaman seperti tebu, sebagian besar produksi dunia saat ini diproduksi dengan menggunakan ethylene senyawa kimia. Ethylene (atau etena) yang memiliki rumus kimia C2H4, merupakan produk dari industri migas. PVC Oleh karena itu dianggap sebagai produk petrokimia. Pada awal proses PVC berbasis produksi etilena, etilena ini dikombinasikan dengan klorin untuk menghasilkan kimia intermediate dikenal sebagai EDC (ethylene dichloride atau 1,2-dikhloroetana). Hampir semua EDC digunakan untuk produksi PVC di Eropa, meskipun sebagian kecil digunakan untuk pembuatan etilendiamina, pelarut organik dan berbagai produk farmasi. Tiga utama aplikasi, polyethylene (PE), EDC dan styrene monomer (SM) menyumbang sekitar 78% dari seluruh konsumsi etilena (hampir stirena semua digunakan untuk PS).

Chart_05WEB
Konsumsi etilen Eropa Barat (kt) pada tahun 2004
Penyulingan minyak bumi industri dan industri petrokimia dasar di Eropa Barat didominasi terletak di daerah pesisir atau di mana sungai atau pipa menyediakan akses mudah ke sumber daya alam impor seperti minyak mentah. Mereka membentuk kompleks petrokimia, di mana kilang, kerupuk dan tanaman petrokimia dihubungkan dengan jaringan pipa. Industri    ( soda api ) klor-alkali sering berada bersama-sama dengan kompleks petrokimia atau deposito dekat atau garam batu. Tanaman VCM, yang menggunakan ethylene dan klorin sebagai bahan baku utama, dan tanaman PVC, umumnya terletak di kompleks petrokimia karena latar belakang ini. Etilen yang merupakan salah satu dari lima jenis produk yang dihasilkan oleh cracking nafta, dan hilir pada produksi produk-produk petrokimia seperti plastik tujuan umum.




Aliran produksi kompleks petrokimia khas :
Ø  PVC dan klorin
Ethylene and chlorine are the major raw materials for VCM. Ethylene dan klorin adalah bahan baku utama untuk VCM. Oleh karena itu, VCM dipengaruhi oleh kondisi supply-demand dari kedua ethylene dan khlor, masing-masing. Di Eropa Barat porsi jumlah VCM menjadi 14% dari semua menggunakan etilen (ethylene kebutuhan). Sebaliknya, VCM sebesar 35% dari semua penggunaan klorin. Inilah sebabnya mengapa keseimbangan demandsupply klorin memiliki dampak yang lebih besar pada VCM daripada etilena.
Ø  Keseimbangan antara klor dan soda kaustik

Klorin merupakan produk sampingan dari produksi soda kaustik, dihasilkan dengan rasio 0.88:1. Aplikasi untuk klorin dan soda kaustik sama sekali berbeda. Oleh karena itu bahkan jika keseimbangan antara penawaran dan permintaan untuk salah satu dari mereka adalah dalam kesetimbangan tidak harus mengikuti bahwa penawaran dan permintaan untuk yang lain akan juga.





BAB III

A.   Kesimpulan
Polivinil klorida, ( IUPAC Poli (chloroethanediyl) ) biasa disingkat PVC, adalalah termoplastik polimer . Ini adalah polimer vinyl dibangun dari mengulangi kelompok vinyl (ethenyls) salah satu dari mereka yang memiliki hidrogen diganti dengan kelompok klorida. Polivinil klorida yang dihasilkan ketiga adalah yang paling banyak plastik , setelah polietilen dan polipropilen. PVC banyak digunakan dalam konstruksi karena murah, tahan lama,dan mudah untuk berkumpul. PVC produksi diperkirakan akan melebihi 40 juta ton pada 2016.Plastik juga disebut resin sintetis dan secara luas diklasifikasikan ke dalam dua kategori : thermosetting resin dan resin termoplastik.

Kimiawan dari Prancis yaitu Henri Victor Regnault mengmukakan bahwa PVC  sadalah salah satu bahan sintetis tertua dengan sejarah terpanjang di produksi industri. Sejarah awal adalah beberapa penemuan dan kebetulan di tempat-tempat yang berbeda pada waktu yang berbeda.Peneliti sengaja menemukan PVC paling tidak pada dua kesempatan di abad ke-19. Yang pertama, tahun serta quests gagal untuk aplikasi komersial. 1838, yang oleh fisikawan dan kimiawan Perancis Henri Victor Regnault dan yang kedua pada tahun 1872 oleh Eugen Baumann Jerman. Pada tahun 1913, Jerman penemu Friedrich Heinrich Agustus Klatte mengeluarkan paten pada PVC. Metodenya digunakan polimerisasi vinil klorida dengan sinar matahari.

Ada beberapa yang mencangkup tentang polivinil klorida (PVC) yaitu : Aplikasi Polivinil Klorida, Pakaian, Kabel listrik , Pipa, Aksesoris Elektronik Portable, Tanda – Tanda Polivinil Klorida, Saat Polivinil Klorida Bergabung , Ubin Ceiling, Polyvinyl Cloride Unplasticized (uPVC), Kesehatan dan Keselamatan, Monomer Polivinil Klorida, Dioksin, Ban, Proses Daur Ulang, Sebuah Produk Petrokimia.
B.    Saran

Menurut saya, polivinil klorida itu sangat baik untuk kita pelajari, karena kita dapat mempelajari proses daur ulang yang baik dan benar supaya ridak merugikan orang banyak. Hendaklah kita sebagai siswa harus mengerti atau memahami tentang polivinil klorida ( PVC ). Kita harus tahu pengertian polivinil klorida, bagian-bagiannya harus tahu, serta dampak bagi kehidupan kita dan keselamatan kita dalam bekerja. Kita harus pandai memilah-milah, mana yang menurut kita baik, kita harus mengambilnya/menjalaninya dan yang buruk kita buang jauh-jauh. Siswa harus terus berusaha memotivasi minat dalam belajar dengan baik dan menyeimbangkan dengan kemampuan kita.   











Daftar pustaka

Gentile, Giovani. 1982.The Philosophy of The Modern. Translete  by H. W. Schneider. Oxford. New York.
Make Poverty History — Campaign dealing with fighting poverty.
http.www.google.com – search – polivinil klorida.
http.www.wiKipedia.com – search - PVC (polivinil klorida).
Endang Zaelani Sukanti H. Tim Dosen Universitas Gajah Mada Yogjakarta.2002.